Terutama pada Badan Usaha yang Dianggap Basah, Bersih-bersih BUMN Sudah Lama Ditunggu Masyarakat

Avatar photo

Sabtu, 7 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Pengurus Besar Al Washliyah, KH Masyhuril Khamis. (Facebook.com/@UMN Al Washliyah)

Ketua Umum Pengurus Besar Al Washliyah, KH Masyhuril Khamis. (Facebook.com/@UMN Al Washliyah)

ON24JAM.COM – Langkah bersih-bersih di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah lama ditunggu masyarakat.

Karena itu langkah Menteri BUMN dan Kejaksaan Agung (Kejagung) yang akan mengusut dugaan korupsi dana pensiun diapresiasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Al Washliyah, KH Masyhuril Khamis

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kiai Masyhuril menegaskan bahwa upaya bersih-bersih di BUMN sebenarnya sudah lama ditunggu masyarakat.

Dia menanggapi langkah Erick Thohir yang melapor ke Kejagung tentang dugaan korupsi dan penyimpangan pengelolaan dana pensiun BUMN

Baca artikel lainnya di sini: Soal Penyelewengan di Dana Pensiun, Menteri BUMN Erick Thohir Sebut 70 Persen Tidak Sehat

“Upaya bersih-bersih di BUMN sebenarnya sudah lama ditunggu masyarakat,” kata Kiai Masyhuril, Kamis, 5 Oktober 2023.

“Tidak hanya pada sektor-sektor yang mudah dibersihkan tapi pada sektor badan usaha yang dianggap basah,” imbuhnya.

Dalam kondisi ini, lanjutnya, rakyat tentu menanti kepedulian pihak berwenang untuk lebih serius memberantas korupsi tanpa pilih-pilih atau tanpa tebang pilih.

Langkah pembersihan pemberantasan korupsi, menurutnya, akan menaikkan kepercayaan publik.

“Harapan kami tentu dikerjakan dengan serius, tanpa ada sesuatu di balik itu, dan Kejaksaan Agung atau KPK harus benar-benar menindak siapapun yang terlibat, termasuk jika ada orang penting di sana,” ujar Kiai Masyhuril.

Sebagaimana diketahui, Erick Thohir yang banyak disebut sebagai cawapres pilihan anak muda ini, melaporkan dugaan korupsi dan penyimpangan pengelolaan dana pensiun BUMN ke Kejagung.

Dalam kesempatan itu Erick Thohir menjalin kerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)

Erick Thohir menyampaikan ada sebanyak 70 persen atau sekitar 34 dari 48 dana pensiun BUMN yang dalam kondisi kronis parah akibat dugaan korupsi, dan penyalahgunaan keuangan.***

Berita Terkait

Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil
Tidak Kejar Target 8 Persen, Ini Alasan Pemerintah Pilih Pertumbuhan Realistis
Hanya 11 Kota Mandiri Fiskal, Pajak Bangunan Tetap Dominan
Komunikasi Visual Perusahaan Bertransformasi Lewat Galeri Foto Pers
Premium Sale Hillcon Equity: Strategi Pendanaan Atau Antisipasi Tantangan Industri?
Pertamina Dorong ESG dan TKDN di Wilayah Indonesia Timur Lewat Supplier Engagement Day
Maksimalkan Jangkauan Media dengan Strategi Press Release Berbayar yang Efektif
Langkah Terukur Bank Tangkal Risiko Rekening Dormant, Nasabah Diminta Tetap Tenang H2:

Berita Terkait

Senin, 15 September 2025 - 06:33 WIB

Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil

Selasa, 9 September 2025 - 14:27 WIB

Tidak Kejar Target 8 Persen, Ini Alasan Pemerintah Pilih Pertumbuhan Realistis

Rabu, 27 Agustus 2025 - 06:47 WIB

Hanya 11 Kota Mandiri Fiskal, Pajak Bangunan Tetap Dominan

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:09 WIB

Komunikasi Visual Perusahaan Bertransformasi Lewat Galeri Foto Pers

Selasa, 12 Agustus 2025 - 11:03 WIB

Premium Sale Hillcon Equity: Strategi Pendanaan Atau Antisipasi Tantangan Industri?

Berita Terbaru

Pers Rilis

AICPA dan CIMA Luncurkan Rise2040

Selasa, 9 Jun 2026 - 13:20 WIB