HAIUPDATE.COM – Presiden Jokowi sempat disebut sebagai petugas partai oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoptri.
Kini, Presiden Jokowi telah berubah, Jokowi telah menjelma menjadi kekuatan politik tersendiri dan memposisikannya sebagai kingmaker.
Pandangan itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Polmatrix Indonesia Dendik Rulianto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa, 1 Agustus 2023.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jokowi yang selama ini disebut sebagai petugas partai kini telah menjelma menjadi kekuatan politik tersendiri.”
Baca artikel lainnya di sini: Kedekatan dengan Jokowi dan Komitmen untuk Rakyat, Hasilkan Elektabilitas Prabowo Ungguli Ganjar
“Jokowi memposisikannya sebagai kingmaker,” kata Dendik Rulianto.
Menurut Dendik Rulianto, pada titik tertentu terjadi perbedaan kepentingan antara Jokowi dengan PDIP yang selama ini mengusungnya.
Baca Juga:
Terbitkan Laporan ESG 2025, Hikvision Dorong Pembangunan Berkelanjutan Lewat “Tech for Good”
For the Reasons that Matter: Kampanye Multi-Negara yang Menyoroti Kesehatan Pernapasan Dewasa
Berbekal keberhasilan selama memimpin di Solo dan DKI Jakarta, Jokowi tampil sebagai pemimpin nasional dengan sejumlah terobosan.
Adapun fokus Jokowi dalam membangun infrastruktur telah meletakkan fondasi yang kokoh untuk tekad Indonesia menjadi negara maju.
Meskipun didera dengan pandemi COVID-19 dan guncangan geopolitik internasional, visi memajukan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sosok Jokowi.
“Jokowi melangkah lebih jauh lagi dengan menggulirkan pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur,” tambah Dendik Rulianto.
Baca Juga:
Dorong Revolusi Pangan Global, Teknologi “Food Processing” Jepang Tampil di Panggung Dunia
Riset LPEM FEB UI: Pindar AdaKami Jadi Bantalan Saat Masyarakat Hadapi Tekanan Ekonomi
Bagi Jokowi, sambung Dendik Rulianto, pembangunan yang terlalu terpusat di Pulau Jawa harus disebarkan ke daerah-daerah.
Visi Indonesiasentris dimulai dengan membangun ibu kota baru yang berada di tengah-tengah wilayah, sekaligus mengurangi beban Jakarta yang sudah sangat berat.***




