Sapaan Prabowo–Lula Simbol Kerja Sama Ekonomi Hijau dan Multilateral

“Terima kasih” dan “Obrigado” menjadi pesan kuat bagi dunia bahwa globalisasi perlu diperbaiki, bukan ditinggalkan, melalui sentuhan manusiawi dan strategi inklusif.

Avatar photo

Kamis, 10 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertemuan bilateral Presiden Indonesia Prabowo Subianto dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva. (Dok. Tim Media Prabowo)

Pertemuan bilateral Presiden Indonesia Prabowo Subianto dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva. (Dok. Tim Media Prabowo)

DALAM sebuah dunia yang semakin terpolarisasi antara proteksionisme ekonomi dan tekanan geopolitik, pertemuan bilateral Presiden Indonesia Prabowo Subianto dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva minggu ini menghadirkan pesan berbeda yang lebih halus namun bermakna.

Di halaman Istana Palácio do Planalto, Rabu (9/7/2025), setelah serangkaian pembahasan serius mengenai perdagangan, pangan, energi, dan pertahanan, kedua pemimpin mengakhiri pernyataan pers dengan saling bertukar sapaan dalam bahasa masing-masing.

“Terima kasih,” ujar Lula, dalam bahasa Indonesia yang sederhana namun penuh arti, seperti dikutip situs resmi kepresidenan Brasil.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seketika Prabowo tersenyum, membalas dengan ucapan, “Obrigado,” dalam bahasa Portugis Brasil.

Gestur ini lebih dari sekadar sopan santun; ia mencerminkan nilai inti dari diplomasi kontemporer: kesetaraan antarnegara dan pengakuan bahwa kerjasama ekonomi global tidak hanya berbasis angka tetapi juga hubungan antarmanusia.

Bagi Indonesia, dengan posisinya sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, lawatan ini adalah bagian dari strategi memperluas pasar dan memastikan komoditasnya tetap kompetitif di era ketidakpastian perdagangan dunia.

Sementara bagi Brasil, sebagai penghasil pangan terbesar dan anggota BRICS, kemitraan dengan Indonesia berarti memperkuat posisinya dalam rantai pasok global dengan pasar yang lebih luas di Asia.

Kerjasama Ekonomi Dua Demokrasi Besar Global Selatan dalam Kerangka Perdagangan Bebas

Di balik momen hangat itu, pertemuan bilateral menyepakati arah kerjasama strategis di beberapa bidang prioritas: perdagangan bebas berbasis aturan, ketahanan pangan, energi hijau, dan alih teknologi.

Brasil menawarkan peluang impor kedelai, daging, dan gula dengan skema tarif kompetitif, sejalan dengan prinsip keterbukaan pasar yang selama ini didorong kedua negara melalui G20 dan BRICS.

Indonesia melihat peluang besar bagi ekspor karet, kelapa sawit berkelanjutan, produk tekstil, serta untuk menarik investasi energi terbarukan dari Brasil yang kini menjadi salah satu pemimpin bioenergi dunia.

“Brasil dan Indonesia memiliki visi yang sama: ekonomi hijau dan perdagangan terbuka untuk mendukung pertumbuhan inklusif,” tegas Lula dalam pernyataan bersama.

Prabowo menambahkan bahwa Indonesia “berkomitmen pada pasar bebas yang berbasis aturan dan percaya pada multilateralisme sebagai jalan pertumbuhan jangka panjang”.

Pernyataan ini selaras dengan semangat liberalisme ekonomi yang telah menjadi bagian kebijakan luar negeri kedua negara, yang menolak tren isolasionisme yang muncul sejak pandemi.

Mengapa Diplomasi Personal Penting di Era Fragmentasi Geopolitik Ekonomi Dunia

Momen saling menyapa dengan bahasa tamu dan tuan rumah itu mencerminkan juga kekuatan soft power dalam diplomasi.

Di saat sistem perdagangan multilateral tengah mendapat tekanan dari rivalitas besar kekuatan dunia, termasuk antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Sebagai dua negara demokrasi besar di belahan selatan bumi, Indonesia dan Brasil kini melihat diri mereka sebagai pilar baru multilateralisme yang inklusif di luar bayang-bayang kekuatan tradisional.

Diplomasi personal seperti ini penting bukan hanya untuk membangun rasa saling percaya antar-pemimpin.

Tetapi juga memberi sinyal pada komunitas bisnis internasional bahwa kerja sama lintas budaya dan politik tetap mungkin terjadi.

Hal ini relevan ketika banyak negara kini kembali pada kebijakan proteksionis untuk melindungi industri dalam negeri, yang justru seringkali merugikan konsumen dan memperlambat pertumbuhan global.

Globalisasi, kendati dikritik, tetap menjadi jalan yang paling efisien untuk meningkatkan kesejahteraan, dan Indonesia–Brasil menunjukkan bahwa pendekatan sentris pragmatis bisa mempertahankan keterbukaan sekaligus melindungi kepentingan nasional.

Diplomasi Global Selatan Perlu Sentuhan Personal yang Progresif

Lawatan Prabowo ke Brasil kali ini adalah contoh bahwa diplomasi tidak selalu harus kaku, dan pasar bebas tidak hanya soal angka perdagangan tetapi juga tentang kepercayaan antarnegara.

Dengan memperkuat hubungan Indonesia–Brasil, kedua negara memberikan pesan penting pada dunia: multilateralisme berbasis aturan tetap relevan, globalisasi perlu diperbaiki namun bukan ditinggalkan.

Sentuhan personal seperti saling menyapa dalam bahasa lawan bicara bisa menjadi jembatan penting dalam membangun hubungan ekonomi yang lebih erat.

Ekonomi global tidak hanya memerlukan deregulasi, keterbukaan pasar, dan integrasi rantai pasok; tetapi juga pemimpin-pemimpin yang berani menunjukkan komitmen mereka terhadap keterbukaan dengan cara yang manusiawi.

Bagi Indonesia, ini merupakan langkah penting memperkuat akses ke Amerika Latin dan menunjukkan kesiapan untuk menjadi pemain yang lebih besar dalam perdagangan global.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infopeluang.com dan Ekonominews.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Lingkarin.com dan Kontenberita.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hallokaltim.com dan Apakabarbogor.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

PBB Tekankan Transparansi Investigasi Dugaan Pelanggaran HAM Di Indonesia
PERHEPI Minta Program Bantuan Pangan Beras Dilanjutkan Hingga Akhir 2025
KPK Panggil Yaqut Terkait Kuota Haji, Sorotan pada Tata Kelola dan Reformasi
Dishub Mataram Siapkan Petugas Parkir di Runway Selaparang
Prabowo Tekankan Transparansi dalam Kematian Diplomat Kemlu Arya Daru
Maling Migas Melenggang, Hukum di RI Malah Jadi Macan Ompong
Uang Triliunan Masuk RPL! Kejagung Cekik Konglomerat CPO yang Sembunyi di Balik Korporasi
Nadiem Makarim dan Kontroversi Pengadaan Chromebook Rp9,9 Triliun di Kemendikbudristek

Berita Terkait

Rabu, 3 September 2025 - 08:17 WIB

PBB Tekankan Transparansi Investigasi Dugaan Pelanggaran HAM Di Indonesia

Rabu, 6 Agustus 2025 - 14:21 WIB

KPK Panggil Yaqut Terkait Kuota Haji, Sorotan pada Tata Kelola dan Reformasi

Kamis, 31 Juli 2025 - 05:51 WIB

Dishub Mataram Siapkan Petugas Parkir di Runway Selaparang

Sabtu, 26 Juli 2025 - 09:50 WIB

Prabowo Tekankan Transparansi dalam Kematian Diplomat Kemlu Arya Daru

Jumat, 18 Juli 2025 - 09:21 WIB

Maling Migas Melenggang, Hukum di RI Malah Jadi Macan Ompong

Berita Terbaru

Lifestyle

NobiPlay Hadirkan Semangat Sumpah Pemuda dalam Dunia Digital

Jumat, 31 Okt 2025 - 15:00 WIB